Siapa sih yang tidak suka traveling? Apalagi sekarang ini kegiatan traveling tengah naik daun dan membuat masyarakat—termasuk kita, berlomba-lomba untuk traveling. Travel kini sudah tidak menjadi kebutuhan untuk refreshing saja, tetapi juga sudah menjadi gaya hidup alias lifestyle. Kita pun tentunya menyadari bahwa saking besarnya porsi traveling dalam kehidupan kita, berbagai media hingga bank pun gencar memberikan promosi untuk dimanfaatkan ketika travel. Seperti promo mobile banking, misalnya. Banyak sekali promo penerbangan yang bisa kita manfaatkan untuk berlibur bersama keluarga.

Nah, promo-promo ini tentunya akan sangat menyenangkan untuk dimanfaatkan jika kita belum memiliki anak atau memiliki anak yang sudah berusia lima tahun ke atas. Lantas, bagaimana jika kasusnya kita memiliki anak yang masih balita? Penerbangan bersama balita memang tergolong tricky, karena seperti kita ketahui si kecil seringkali menangis dan menjerit sehingga membuat waktu terbang terasa lama sekaligus melelahkan. Nah, ini dia beberapa hal yang bisa kita lakukan agar penerbangan bersama si kecil menjadi lebih seru.

Penerbangan bersama si kecil

Penerbangan bersama si kecil

1. Pilih waktu penerbangan yang sesuai dengan jam tidur anak

Hal ini cukup efektif mengingat setiap anak punya jam tidur tersendiri yang membuat mereka otomatis tertidur ketika jam itu tiba. Jadi, dengan mengambil jam tersebut, diharapkan anak akan tidur selama perjalanan hingga kita bisa melalui penerbangan dengan tenang. Jangan lupa juga untuk menginformasikan pada pihak maskapai agar menyiapkan car seat dan seat belt tambahan.

2. Jika memungkinkan, pilih tempat duduk di dekat jendela

Mengapa? Pasalnya, jendela bisa menjadi sarana ‘distraksi’ ketika anak menangis di tengah penerbangan. Lagipula, berada di pojok di dekat jendela bisa mengurangi ‘pandangan menghakimi’ dari para penumpang lain ketika anak kita menangis keras.

3. Beri anak minuman dari botol atau empeng

Saat pesawat hendak take off, pastikan si kecil meminum susu dari botol atau pun dari empeng. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa sakit pada telinga akibat tekanan udara ketika pesawat sudah mulai terbang. Ketika menyusu, mulut anak otomatis akan bergerak sehingga tekanan udara tidak terlalu sakit.

4. Usahakan untuk tetap rileks sepanjang perjalanan

Banyak psikolog anak yang menyatakan bahwa tingkat ketenangan anak selama perjalanan akan berkaitan pula dengan tingkat ketenangan orangtua.

Nah, semoga penerbangan menjadi lebih menyenangkan! (TR)