Sayuran adalah salah satu jenis makanan yang mengandung banyak sekali nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh. Namun sayangnya, banyak sekali orangtua yang harus mengalami masalah yang sama berkaitan dengan sayuran ini, yaitu Anak Susah Makan sayuran. Rasa sayuran yang pahit atau hambar (pada beberapa sayuran) terkadang membuat anak tidak menyukainya. Meskipun sebenarnya anak menyadari manfaat sayuran ini, namun tetap saja hal ini tidak membuatnya ingin memakannya.anak susah makan sayuran

Mengatasi masalah anak yang menolak makan sayuran ini memang tidaklah mudah. Dibutuhkan kreatifitas dan kesabaran dari ibu untuk secara perlahan membuat anak mau mengkonsumsi sayuran. Berikut ini, adalah beberapa tips yang bisa ibu coba untuk mengatasi masalah ini:

  • Mulai perkenalkan anak dengan sayuran yang memiliki rasa manis

Anak-anak umumnya menyukai makanan yang memiliki rasa manis daripada pahit. Ibu bisa memberikan sayuran yang memiliki rasa manis untuk mulai melatihnya mengkonsumsi sayuran, misalnya saja seperti wortel.

  • Libatkan anak dalam penentuan menu makanan

Mulailah libatkan anak dalam menentukan menu yang akan dimasak setiap harinya. Katakan pada anak, bahwa dalam menu harus terdapat sayuran. Selain itu, ajaklah anak saat menyiapkan makanan. Biarkan anak berkreasi dengan makanannya.

  • Sajikan makanan dalam bentuk yang menarik

Anak akan merasa tertarik untuk mengkonsumsi makanan yang memiliki bentuk yang menarik dan lucu. Ibu bisa mengkreasikan sayuran menjadi beragam bentuk yang menarik, sehingga anak akan tertarik untuk mencobanya.

  • Campurkan sayuran pada menu favoritnya

Ibu bisa memasukkan potongan sayuran kedalam menu favorit anak. Usahakan agar sayuran dipotong dalam ukuran yang cukup kecil, agar anak merasa kesulitan untuk memisahkan sayuran yang terdapat dalam masakan tersebut.

Untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuhnya, ibu juga bisa mulai melatih anak untuk mengkonsumsi buah-buahan. Buah yang memiliki rasa lebih beragam dan manis, biasanya akan lebih mudah disukai oleh anak bila dibandingkan dengan sayuran. Namun, untuk anak yang masih dalam usia  mengkonsumsi MPASI, akan lebih baik jika ibu memperkenalkan sayuran terlebih dahulu dibandingkan dengan buah. Hal ini sangat membantu untuk melatih anak agar menyukai sayuran sejak kecil. Karena rasa sayuran adalah rasa yang pertama kali dikenalnya.  Selain itu, ada baiknya juga ibu dan ayah menemani buah hati dalam mengkonsumsi sayur karena anak mencontoh dari orangtuanya. Bagi ibu yang tidak suka sayur harus membiasakan diri sehingga ketika kehamilan berikutnya ibu tidak mengalami hiperemesis gravidarum. Sayur dan buah membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga agar bayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. (Yv)