Masalah obesitas merupakan suatu masalah yang tidak hanya menimpa orang dewasa juga, tetapi juga anak-anak. Bahkan, banyak juga kasus dimana obesitas terjadi sejak masih kanak-kanak. Pada saat usia mereka mulai beranjak remaja dan mulai memikirkan penampilan, barulah mereka mencara menurunkan berat badancoba Cara Menurunkan Berat Badan untuk memperbaiki penampilan mereka agar lebih menarik. Namun, hal ini terkadang tidaklah mudah. Apalagi, jika kedua orang tua memiliki badan gemuk dan menurunkan gen ini pada anaknya.

Obesitas pada anak harus segera diatasi. Hal ini sangat penting, karena obesitas ini tidak hanya mempengaruhi penampilan tetapi juga dampak mempengaruhi kesehatan anak. Apalagi, jika obesitas yang dialami anak sudah tergolong parah. Untuk memudahkan orang tua dalam mengatasi masalah obesitas pada anak ini, akan lebih baik jika orang tua mengetahui terlebih dahulu penyebab terjadinya obesitas. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya obesiatas pada anak:

  • Gen dari orang tua

Ketika salah satu orang tua memiliki badan gemuk apalagi hingga obesitas, maka kemungkinan sang anak mengalami hal yang sama yaitu sekitar 50%. Sementara, bila kedua orang tua berbadan gemuk atau obesitas, maka kemungkinan anak mengalami hal yang sama akan lebih besar lagi. Untuk kasus ini, tentunya orang tua harus lebih waspada dan membatasi anak mengkonsumsi berbagai makanan yang berpotensi membuat anak obesitas.

  • Masalah Psikologis (Stress, Depresi, dan sebagainya)

Tidak semua anak kehilangan nafsu makan ketika sedang mengalami masalah psikologis. Pada beberapa anak, masalah ini justru membuatnya makan dalam porsi yang lebih besar dan sering. Hal ini harus diwaspadai, karena masalah psikologis ini tidak hanya dapat menyebabkan obesitas saja, tetapi juga bisa berkembang menjadi hal yang lain jika tidak segera diatasi.

  • Pola asuh yang salah

Mungkin kita sering mendengar seseorang berkata “wah, anaknya lucu ya. Gemuk, makannya juga gampang.”. Hal ini mungkin terdengar seperti pujian yang menyenangkan, namun orangtua sebaiknya waspada dengan kalimat tersebut. Orang tua terkadang merasa bangga dengan pujian tersebut, dan tanpa sadar membiarkan anak memakan apapun yang diinginkan tanpa sadar bahwa porsi anak semakin hari akan semakin bertambah. Anak yang gemuk (bukan obesitas) akan terlihat lucu saat kecil, namun saat dewasa ini mungkin menjadi masalah yang serius. Membatasi porsi makan anak ketika telah dewasa akan lebih sulit, bila dibandingkan dengan melatihnya makan secukupnya saat masih kecil.

  • Aktifitas yang kurang

Anak-anak yang terbiasa bermain dengan gadget dan jarang bermain diluar rumah berpotensi mengalami obesitas. Hal ini wajar karena saat bermain gadget, hanya tangan saja yang aktif bergerak sehingga tidak ada proses pembakaran kalori yang terjadi.

  • Kuantitas dan kualitas tidur

Jam tidur yang kurang serta kualitas tidur yang buruk, juga berperan dalam terjadinya obesitas pada anak. Atur waktu tidur anak, serta buatlah suasana yang nyaman sehingga anak dapat beristirahat dengan baik tidak hanya dapat mencegah anak dari kemungkinan mengalami obesitas, tetapi juga dapat menghindarkan anak dari berbagai penyakit yang mungkin terjadi. (Yv)