Banyak ibu hamil yang memilih untuk berolahraga untuk menjaga kesehatan, mempermudah persalinan, dan berekreasi. Mulai dari senam hamil, olahraga aerobik, jogging, hingga olahraga-olahraga ringan lainnya. Berolahraga ketika hamil memiliki banyak sekali manfaat, tetapi tidak seperti olahraga dalam kondisi biasa, berolahraga ketika hamil harus lebih berhati-hati agar anak di dalam kandungan tetap aman dari bahaya-bahaya ketika berolahraga sembarangan.

Berikut adalah beberapa masalah yang dapat muncul ketika berolahraga pada saat hamil, antara lain:

senam ibu hamil

senam ibu hamil

  • Pergerakan fetus yang berkurang. Jika gerakan si kecil tidak terasa seperti biasanya, berhentilah berolahraga dan perhatikanlah apakah bayi bergerak atau tidak, karena kadang sulit untuk merasa pergerakan bayi jika kita juga ikut bergerak. Pastikan juga makan dan minum yang cukup sebelum berolahraga. Jika bayi tidak banyak bergerak atau bayi tiba-tiba tidak seaktif sebelumnya, sebaiknya mengontak dokter.
  • Jika Anda merasa lemas, pusing, atau mengalami kram, berarti tubuh Anda sedang kesulitan mengatur suhu badan, yang dapat berdampak buruk kepada bayi. Biasanya kepanasan ini tidak terjadi hanya dari olahraga, tetapi jika tempat olahraga Anda panas, ini mungkin terjadi.
  • Jika jantung Anda berdebar dan Anda tidak bisa berbicara tanpa kelelahan, kemungkinan Anda bekerja terlalu keras. Palpitasi hati seperti ini dapat diakibatkan dehidrasi, anemia parah, penyakit tiroid, atau masalah jantung.
  • Jika dirasa ada pembengkakan atau rasa sakit pada betis, ini mungkin adalah gejala deep vein thrombosis, penyakit yang dapat mengancam nyawa yang diakibatkan penyumbatan darah. Kontaklah dokter secepat mungkin jika Anda merasa memiliki DVT, dan jika anda menderita DVT dan rasa sakit di dada, pergilah ke UGD secepat mungkin.
  • Pendarahan dari vagina dapat berarti beberapa hal. Pada awal kehamilan, ini dapat menjadi pertanda keguguran, sementara di trimester kedua dan ketiga pendarahan dapat berarti kelahiran prematur dan komplikasi dengan plasenta. Apapun yang terjadi, kasus pendarahan dari vagina harus langsung dibawa ke UGD.

Walaupun olahraga bisa menjadi tips sehat selama periode kehamilan, namun jangan sampai kegiatan ini justru membahayakan kesehatan . Jika Anda merasakan hal-hal yang biasanya tidak terjadi ketika berolahraga, maka kontaklah dokter sesegera mungkin. Jangan sampai karena berolahraga, janin di dalam kandungan menjadi terancam. (Dana)