Perkembangan BalitaApakah Bunda tahu bahwa ada alasan tertentu mengapa ASI eksklusif sebaiknya diberikan hingga bayi berumur enam bulan? Alasannya sederhana saja, sebab ketika mencapai usia keenam bulan, perkembangan balita kita tidak akan berjalan maksimal jika hanya mengandalkan ASI. Ketika semakin besar, ASI hanya memenuhi kurang lebih sekitar 80% kebutuhan nutrisinya. Oleh sebab itu, bayi butuh makanan pendamping yang bisa mencukupi asupan gizinya. Enam bulan merupakan pertanda kematangan usia yang artinya bayi kita sudah siap mendapatkan makanan pedamping ASI (MPASI). Nah, selain menggunakan patokan umur, ada pula tanda-tanda yang diberikan oleh bayi kita untuk memberi tahu bahwa ia sudah siap mendapatkan MPASI. Berikut adalah ciri-cirinya.

  • Sudah bisa menggerakan lidahnya untuk mendorong makanan. Bayi kita mungkin belum paham bagaimana caranya untuk menelan atau bahkan mengunyah makanan. Namun, jika anak kita sudah bisa menjulurkan lidahnya ke luar mulut, ittu artinya ia sudah bisa memproses makanan bertekstur cair di dalam mulutnya. Sebab untuk bisa menelan, anak kita perlu belajar mendorong makanannya terlebih dahulu.
  • Tulang punggungnya sudah kuat menopang badannya untuk duduk. Untuk bisa menelan makanan tanpa gangguan, maka bayi kita harus bisa duduk dengan tegak.
  • Buah hati kita sudah bisa mengangkat kepalanya dengan tegak dan stabil. Jika saat duduk bayi kita bisa menegakkan kepalanya, itu artinya tulang lehernya sudah cukup kuat untuk menopang kepalanya. Jika ketika kita mendudukan si bayi dan kepalanya masih terkulai, itu artinya ia belum siap untuk menerima MPASI. Sebab, bayi kita tidak akan bisa menelan makanan secara efisien. Percuma saja memberi MPASI, karena makanan itu nantinya akan dikeluarkan lagi oleh anak.
  • Terus menerus merasa rewel dan tidak langsung diam begitu diberi susu. Anak kita akan terlihat uring-uringan dengan kondisi perut yang seolah tanpa batas dalam arti sudah diberi berbotol-botol susu tetapi masih saja meminta tambah.
  • Mulai memperhatikan kita ketika sedang makan dan berusaha meraih piring kita. Beberapa bayi akan mulai menunjukkan ketertarikannya pada makanan orangtuanya. Jika kita melihat bayi kita menunjukkan tanda-tanda demikian, cobalah tes dengan menyodorkan sendok ke arah bayi kita. Jika si buah hati secara refleks membuka mulutnya, itu artinya ia siap untuk mendapatkan MPASI.

Namun, yang harus orangtua perhatikan yaitu, jangan pernah memberikan MPASI kepada anak ketika usianya masih terlalu kecil. Hal ini akan sangat berbahaya bagi bayi, karena organ tubuh bayi belum dapat bekerja secara sempurna. (Tr)