Saat anak mulai belajar bicara biasanya menjadi masa paling lucu pada perkambangan anak. Beragam ocehan tidak jelas yang keluar dari mulut mungil anak kebanyakan akan mengundang tawa dan gemas dari orang tua dan keluarga lainnya. Tidak heran, banyak orang tua yang menantikan masa penting ini.

Kemampuan berbicara anak sendiri berkembang secara bertahap. Nah, untuk membantu ibu dan orang tua memantau perkembangan ini, berikut beberapa tahapan perkembangan normal kemampuan bicara anak yang bisa dijadikan acuan.

Bayi

  • Baru lahir hingga usia 3 bulan

Pada usia ini anak baru hanya bisa mengeluarkan suara yang terdiri dari bunyi satu huruf vokal, seperti “aaah” atau “ooh”. Memasuki usia 2 hingga 3 bulan, bayi akan menangis untuk menarik perhatian orang tuanya, misalnya saat lapar atau saat buang air. Seiring berjalannya waktu, orang tua akan mulai bisa membedakan suara tangisan untuk situasi berbeda, entah saat bayi merasa lelah atau ingin diajak bermain.

Bayi belajar bicara

Bayi belajar bicara

  • Usia 3 hingga 4 bulan

Suara yang dikeluarkan mulai bervariasi, namun sebagian besar masih berupa suara vokal.

  • Usia 5 hingga 6 bulan

Saat ini bayi mulai bisa merespon saat orang tua mengajak berbicara (baby talk) atau pada ekspresi muka orang tua. Bayi juga mulai bisa membuat variasi intonasi suara, misalnya tinggi atau rendah.

Perhatian!

Mulailah waspada bila anak belum mulai mengeluarkan suara vokal saat memasuki usia 6 bulan. Sebaiknya segera mengunjungi dokter anak untuk melakukan konsultasi.

  • Usia 7 hingga 12 bulan

Ocehan anak mulai beragam, dengan menggabungkan beragam suara dan intonasi. Pada usia ini anak akan mulai meniru ucapan yang kita keluarkan. Mereka bahkan mulai bisa melakukan “perbincangan”  seperti layaknya orang dewasa dengan orang tuanya.

Balita

  • Usia 12 bulan

Anak mulai mengeluarkan kata-kata pertamanya, biasanya mama atau papa. Mulai mengenal satu hingga 5 kosa kata.

  • Usia 14 bulan

Mulai memadukan intonasi dalam percakapan, misalnya meninggikan intonasi di akhir kalimat pertanyaan. Menggunakan gerakan tangan saat berbicara.

Perhatian!

Konsultasikanlah kepada dokter anak bila anak belum bisa berbicara sama sekali hingga usia 15 bulan.

  • Usia 16 bulan

Mulai bisa memanggil ayah atau ibu untuk menarik perhatian. Dapat mengeluarkan suara konsonan seperti huruf  t, d, n, w, dan h.

  • Usia 18 bulan

Memiliki 5 hingga 20 kosa kata, termasuk nama (“mama”), kata kerja (“pergi”), dan kata sifat (dingin).

  • Usia 18 bulan hingga 24 bulan

Mulai bisa menggabungkan dua hingga tiga kosa kata berbeda untuk membentuk satu kalimat sederhana yang memiliki arti, seperti “papa kerja” atau “mama beli susu” dan sebagainya.  Pada usia 24 bulan, perbendaharaan kata anak mulai bertambah antara 150 hingga 300 kata.

  • Usia 2 hingga 3 tahun 

    balita belajar bicara

    balita belajar bicara

Anak mulai bisa melakukan perbincangan sederhana. Pada usia ini, anak juga mulai mengajukan berbagai macam pertanyaan. Kalimat yang dikeluarkan pun bisa terdiri dari tiga hingga 6 gabungan kata. Sementara perbendaharaan katanya pun bertambah hingga 450 kata dan bisa menggunakan kata petunjuk orang dengan benar.

Perhatian!

Bila pada usia 2-3 tahun ini anak lebih banyak mengulang pertanyaan alih-alih menjawab saat berkomunikasi, maka coba konsultasikan dengan dokter. Ini bisa saja menjadi gejala gangguan keterlambatan berbicara pada anak.

  •  Usia 3 hingga 4 tahun

Anak bisa bermain sambil berbicara pada saat bersamaan. Perbendaharaan kata bertambah sekitar 800 hingga 1000 kata. Mereka bisa bercerita secara jelas mengenai kejadian yang terjadi. Bila anak sedikit terbata-bata saat berbicara, itu merupakan hal yang wajar pada usia ini. Namun bila hal tersebut berlanjut hingga 6 bulan lamanya, maka sebaiknya coba hubungi dokter untuk berkonsultasi.

  • Usia 5 tahun

Perbendaharaan kata anak bertambah sekitar 2000 kata. Anak juga bisa bercerita dengan alur yang jelas, mulai dari awal, tengah, hingga akhir. Tata bahasa dalam kalimat yang digunakan juga sudah mulai benar. Anak juga mulai mengenal konsep waktu, seperti kemarin atau besok.

Perlu diingat beberapa tahapan tadi memang tidak bisa dijadikan patokan 100%. Namun, dari tahapan tadi setidaknya bisa dijadikan sebagai bayangan untuk memantau perkembangan kemampuan bicara anak. Semoga membantu. (raw)