Golden period atau periode emas adalah masa-masa yang sangat dikejar oleh orangtua untuk mengembangkan potensi balitanya. Pada periode ini, otak anak akan terus mengalami perkembangan dan dibutuhkan stimulasi yang cukup agar perkembangan berjalan optimal. Salah satu poin penting yang harus diperhatikan pada perkembangan di golden period ini adalah nutrisi. Oleh sebab itu, gizi balita harus sangat diperhatikan oleh seorang ibu agar buah hatinya bisa tumbuh dengan maksimal.

Berbeda dengan pertumbuhan fisik anak yang bisa terlihat oleh kita secara langsung, perkembangan otak berjalan secara tidak kasat mata. Kita tidak tahu bagaimana perkembangan sel-sel saraf yang terjadi di otak anak kita atau seperti apa kemampuan anak untuk menyerap informasi. Nah, untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anak untuk perkembangan otaknya, maka seorang ibu harus memenuhi hal tersebut dengan makanan yang bergizi bagi anak, misalnya saja dengan “menyelipkan” sayuran pada makanan anak. Dengan asupan nutrisi yang memadai, tumbuh kembang anak menjadi sangat optimal. Asupan nutrisi yang diperlukan oleh anak antara lain adalah protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Zat-zat tersebut penting untuk membantu pertumbuhan sel-sel saraf otak.

nutrisi-pada-golden-period-bayi

nutrisi-pada-golden-period-bayi

Golden period atau periode emas pada anak dimulai sejak hari pertama anak lahir hingga 1000 hari berikutnya. Pada periode ini, otak anak memang berperan layaknya spons. Anak dapat menyerap dengan mudah apa saja yang diajarkan kepadanya. Oleh sebab itu, banyak orangtua yang memanfaatkan periode ini untuk mengajarkan bahasa atau ilmu pengetahuan umum pada anak mereka.  Anak akan menyerap hal-hal yang diajarkan oleh orangtua mereka dan akan terus mengingatnya hingga beberapa tahun ke depan.

Namun, banyak juga orangtua yang mengatakan bahwa periode ini adalah periode kritis bagi anak. Sebab, perkembangan otak anak pada tahun pertama mencapai angka hingga 50%. Angka ini tentunya sangat tinggi dan sangat fantastis sehingga harus dimanfaatkan secara maksimal. Memberi nutri yang cukup berarti ikut membantu perkembangan anak, dan sebaliknya jika asupan  nutrisi yang diberikan tidak  mencukupi untuk perkembangannya maka akan berdampak buruk pada anak. (TR)