Ketika hamil, seorang ibu seringkali disebut sedang makan untuk dua orang. Ini tidak salah, karena asupan nutrisi awal janin di dalam kandungan datang dari apapun yang dikonsumsi sang ibu pada saat hamil. Karena itulah, makanan sehat untuk ibu hamil sangat penting. Mengingat, apapun yang dimakan ibu akan berdampak kepada si kecil, baik maupun buruk. Sangat disarankan bagi ibu hamil untuk memperhatikan apa yang mereka makan agar si kecil di dalam kandungan dapat bertumbuh sehat dan lahir dengan selamat tanpa kurang suatu apapun.

Berikut adalah beberapa makanan sehat yang direkomendasikan oleh para ahli untuk membantu pertumbuhan si kecil:

makanan sehat ibu hamil

Makanan sehat ibu hamil

  • Telur selama ini memiliki reputasi buruk karena mengandung banyak kolesterol. Faktanya, kolesterol yang ditemukan secara alami di dalam makanan masih belum seburuk mengonsumsi lemak jenuh. Selain itu, telur juga memiliki 12 vitamin dan mineral, protein, dan kolin yang dapat mendorong kesehatan otak dan pertumbuhan si kecil.
  • Salmon sangat kaya protein berkualitas tinggi, dan salmon juga memiliki banyak kandungan omega-3 yang sangat berguna untuk perkembangan si kecil. Namun, salmon juga memiliki kandungan metil merkuri, zat yang dapat merusak perkembangan sistem syaraf bayi, yang sangat kecil. Karena itulah, ibu hamil yang mengonsumsi salmon disarankan membatasinya tidak lebih dari 12 ons per minggu.
  • Popcorn mungkin menjadi pilihan aneh untuk menjadi konsumsi ibu hamil, tapi pada kenyataannya, popcorn adalah whole grain yang kaya serat dan nutrisi. Bukan hanya popcorn, oatmeal dan quinoa juga termasuk dalam whole grain yang menyehatkan.
  • Bayam dan sayur-sayuran hijau lain kaya vitamin A, C, dan K, serta asam folat yang penting untuk pertumbuhan bayi. Sayuran hijau juga ditemukan dapat meningkatkan kesehatan mata.
  • Daging adalah sumber protein yang sangat kaya, dan potongan daging yang 95-98 persen bebas lemak direkomendasikan untuk asupan protein dan kolin ibu hamil.
  • Berbagai macam buah-buahan dan sayuran dapat menambah asupan berbagai nutrisi bagi ibu dan si kecil. Telah ditunjukkan juga bahwa si kecil dalam kandungan tahap-tahap akhir dapat ‘merasakan’ makanan melalui cairan amniotic, dan ibu dapat membuat anak lebih gemar memakan sayuran dan buah-buahan dengan cara ini.

Seperti kita yang membutuhkan nutrisi dari makanan untuk kehidupan sehari-hari, bayi di dalam kandungan juga membutuhkan makanan dan nutrisi dari sang ibu untuk dapat tumbuh. Oleh karena itu, makanan yang sehat selama kehamilan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi ke depannya. (Dana)