Pernah mendengar istilah beton precast atau pra-cetak? Mungkin Anda sering melihat istilah ini pada toko bangunan atau perusahaan konstruksi yang  memiliki layanan jual pagar beton precast. Istilah tersebut mengacu pada produk beton yang dibuat atau dibentuk sesuai dengan cetakan di pabrik. Beton yang sudah dibentuk ini nantinya baru akan diangkut ke lokasi pemasangan atau konstruksi bangunan. Pemanfaatan beton ini pun bisa beragam, mulai dari kerangka bangunan, dinding, hingga pagar beton tadi.

Bila dulu orang-orang lebih sering menggunakan beton cor, maka saat ini beton precast mulai banyak dipakai untuk menggantikan beton cor, terutama untuk pembangunan atau konstruksi skala besar. Ini tidak mengherankan mengingat beton precast memang memiliki keunggulan lebih bila dibandingakn dengan beton cor, misalnya:

beton precast

beton precast

  • Dapat memangkas waktu pekerjaan konstruksi. Karena pengerjaan cetak beton bisa dilakukan di tempat lain, sehingga saat tiba lokasi konstruksi bisa langsung dipasang atau dirangkai tanpa harus menunggu lama.
  • Kualitas beton yang lebih terjamin, seperti permukaan beton yang lebih halus dibandingkan dengan beton cor.
  • Tidak terpengaruh dengan kondisi cuaca pada lokasi konstruksi, karena dibuat di lokasi terpisah. Sehingga bila pun terjadi hujan, maka tidak akan mempengaruhi proses pencetakan beton yang dilakukan di tempat tertutup. Sehingga tidak akan menganggu proses dan jadwal pemasangannya.
  • Lebih ekonomis dari sisi tenaga kerja. Ini karena untuk pemasangannya bisa digunakan tenaga kasar dengan upah yang lebih rendah dibandingkan dengan tenaga ahli yang dibutuhkan pada  pada pembuatan beton cor.
  • Menekan biaya pengguanan bekisting yang bisa digunakan pada saat pengecoran beton di lokasi konstruksi.

Keunggulan di atas menjadi alasan memilih beton precast sebagai bahan bagunan dibandingkan beton konvensional. walaupun begitu, selain memiliki banyak keunggulan tadi, penggunaan beton precast tidak lepas kekurangan yang ada bila dibandingkan dengan penggunaan pagar beton, misalnya saja:

  • Adanya biaya tambahan untuk transportasi saat memindahkan beton dari pabrik ke lokasi konstruksi. Biaya untuk pemindahan beton ini tentunya tidak sedikit, apalagi bila beton yang diangkut dalam jumlah banyak.
  • Selain itu ada lagi biaya sewa gudang untuk menyimpan beton-beton yang sudah tercetak sebelum dibawa ke lokasi konstruksi. Semakin banyak beton yang dicetak, tentu semakin luas gudang yang diperlukan, artinya semakin besar juga biaya sewa yang harus dikeluarkan tersebut. (raw)