Spread the love

Bagi orang tua, anak merupakan harta yang tidak ternilai. Apapun akan dilakukan orang tua demi anaknya. Dari mulai anak belum bisa melakukan apapun sendiri, saat anak mulai belajar jalan dan mempelajari berbagai hal, hingga anak mulai beranjak dewasa dan bisa melakukan berbagai hal sendiri. Bagi orang tua yang memiliki anak untuk pertama kalinya, biasanya mereka akan lebih sensitif dan memberikan proteksi lebih pada anaknya. Ketika mereka merasa ada satu hal yang tidak biasa pada anak pertamanya, banyak yang mulai merasa panik. Salah satu contohnya adalah, ketika anak belum mulai belajar jalan saat anak lain seusianya sudah bisa berjalan sendiri.

Biasanya seorang ibu senang mengobrol dengan ibu lainnya untuk saling berbagi cerita tentang anaknya. Apalagi, ketika anak mereka memiliki usia yang tidak jauh berbeda. Saat seorang ibu bercerita anaknya sudah mulai berjalan, sementara pada anak lain dengan usia yang sama belum bisa melakukan hal tersebut, akan muncul kepanikan dan timbulah pertanyaan mengapa anaknya terlambat berjalan. Kepanikan ini juga terpicu karna masih banyak orang tua yang berfikir bahwa jika anaknya terlambat berjalan, maka akan berpengaruh pada perkembangan anak. Padahal hal ini bukanlah masalah besar dan tidak akan mempengaruhi perkembangan anak. Orang tua seharusnya jangan  panik anak terlambat belajar berjalan.

bayi-belajar-jalan

bayi-belajar-jalan

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Paediatrica ini menyatakan bahwa anak yang lebih awal mampu berjalan tidak akan lebih pintar dibandingkan dengan anak yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berjalan. Hasil ini dikemukakan oleh peneliti dari Zurich Children’s Hospital setelah melakukan pengamatan terhadap 222 bayi sehat di Swiss yang lahir pada tahun 1978 hingga 1993. Pada umumnya, anak mulai mampu untuk belajar jalan saat usianya 12 bulan. Namun partisipan yang diikutsertakan dalam penelitian ini, memiliki kemampuan untuk berjalan diusia yang berbeda, yaitu antara 8,5 bulan hingga 20 bulan. Setiap partisipan diamati selama 7 kali dalam 2 tahun diawal studi, dan kemudian menjalani tes rutin untuk mengukur tingkat keseimbangan, koordinasi, dan intelejensinya. Penelitian ini dilakukan hingga partisipan berusia 18 tahun.

Ada banyak hal yang mempengaruhi seorang anak terlambat belajar jalan. Tidak terpenuhinya salah satu nutrisi juga bisa menjadi penyebab hal ini terjadi. Salah satu nutrisi yang bermanfaat bagi sistem motorik anak adalah zat besi. Zat besi sangat penting bagi balita karena mempengaruhi tidak hanya sistem  motoriknya saja, tetapi juga perkembangan otak balita. Namun, jika orang tua merasa khawatir ada masalah yang terjadi pada anaknya, orang tua bisa mencoba untuk memeriksakan anaknya ke dokter untuk memastikan bahwa anaknya dalam kondisi normal. (Yv)