Adanya fasilitas konsultasi anak online, membuat orangtua lebih mudah untuk mengonsultasikan kondisi kesehatan anaknya. Apalagi, banyak situs konsultasi tersebut yang ditangani langsung oleh dokter anak. Namun, konsultasi ini hanyalah efektif untuk menangani masalah kesehatan anak secara sederhana. Pada kasus atau penyakit tertentu, penanganan kesehatan anak tetaplah membutuhkan dokter anak. Misalnya saja ketika anak mengalami suatu penyakit serius, seperti leukimia atau kanker darah.

Kanker darah merupakan salah satu jenis kanker cair yang menyerang sumsum tulang belakang dalam tubuh, dan melarang sumsum tulang belakang melakukan tugas utamanya, yaitu memproduksi eritrosit (sel darah merah). Akibatnya, leukosit (sel darah putih) dalam tubuh akan terus meningkat tanpa diimbangi dengan jumlah eritrosit. Namun, leukosit yang berkembang dalam tubuh ini adalah jenis sel yang abnormal, sehingga leukosit yang seharusnya berfungsi sebagai antibodi tubuh, justru berubah menjadi sel ganas yang menyerang tubuh.

Sel kanker leukimia

Sel kanker leukimia

Kanker darah bisa menyerang siapapun pada usia berapapun, namun penyakit ini paling sering menyerang anak-anak pada usia 2 hingga 6 tahun. Gejala penyakit kanker darah pada orang dewasa maupun anak-anak pada dasarnya sama, hanya saja terkadang anak-anak masih belum bisa terlalu merasakan apa yang terjadi pada tubuhnya, sehingga orangtualah yang harus lebih aktif memperhatikan kondisi anak. Berikut ini, adalah beberapa gejala kanker darah ketika menyerang anak-anak:

  • Anak terlihat pucat

Jumlah eritrosit yang berkurang dalam tubuh, menyebabkan tubuh menjadi kekurangan supply oksigen. Akibatnya, tubuh akan terlihat pucat dan terasa lemas.

  • Demam

Karena jumlah leukosit yang berkembang adalah leukosit abnormal, sementara jumlah eritrosit dan leukosit normal dalam tubuh terus berkurang, maka kemampuan tubuh untuk melawan penyakit akan menurun. Akibatnya, tubuh akan menjadi mudah demam, atau terserang penyakit.

  • Pendarahan dan Memar

Penyakit ini juga menyebabkan trombosit (keping darah) yang berfungsi melindungi tubuh dari pendarahan juga menurun, akibatnya penderita penyakit ini akan sering mengalami pendarahan pada gusi atau bagian tubuh lainnya. Selain itu, penderita leukimian biasanya akan terlihat mudah memar yang tidak hilang dalam waktu lama.

  • Pembengkakan pada bagian tubuh

Adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, yang terlihat pada pembengkakan di dada, ketiak, atau pangkal paha.

  • Nyeri pada tulang

Sel darah pada penderita leukimia masuk ke dalam perios-selaput diantara tulang dan otot, sehingga menyebabkan rasa nyeri dan ngilu pada tulang.

Penyakit kanker darah pada anak memiliki resiko yang besar, namun tidak berarti tidak terobati. Karenanya, perlu dilakukan konsultasi serta pengobatan secara tepat untuk memperbesar tingkat kesembuhan anak. (Yv)