Seorang nenek berusia 92 tahun di Chili menemukan bahwa ternyata ia “mengandung” janin berusia 50 tahun di dalam perutnya. Hal tersebut diketahui setelah ia terjatuh di rumahnya dan memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Dokter yang memeriksa perutnya dengan x-ray pun terkejut melihat adanya janin yang telah membatu di dalam kandungan tersebut. Perkembangan janin yang abnormal tersebut dikenal dengan istilah lithopedion.

Fenomena abnormal tersebut terjadi ketika janin meninggal di dalam kandungan dan kemudian membatu di luar kandungan. Mereka yang mengalami hal ini pun biasanya tidak akan menyadari adanya janin yang telah meninggal di dalam perutnya hingga beberapa tahun kemudian. Hal ini dikarenakan, tubuh telah mengadaptasi janin tersebut. Sang nenek sendiri mengaku tidak merasakan sakit apapun pada perutnya. Sang nenek pun dibolehkan pulang tanpa operasi untuk mengeluarkan janin tersebut. Mengingat usianya yang sudah tua, operasi dianggap justru dapat membahayakan dirinya.

perkembangan-janin-abnormal-lithopedian

perkembangan-janin-abnormal-lithopedian

Sebelumnya, tahun lalu seorang dokter di Brazil juga menangani kasus lithopedion pada seorang nenek berusaia 84 tahun. Nenek yang tidak disebutkan namanya ini memeriksakan diri ke rumah sakit setelah merasakan sakit perut yang amat sangat dan disertai dengan sakit kepala. Ia pun terkejut saat dokter mendapati adanya janin yang diperkirakan telah berumur 44 tahun di dalam kandungannya.

Ternyata, sang nenek memang pernah mengandung 44 tahun yang lalu. Namun, suatu hari ia merasakan sakit yang luar biasa pada kandungannya. Sayangnya, saat itu tidak ada dokter di desanya, sehingga ia pun mengunjungi dukun yang memberikannya semacam ramuan. Rasa sakit pada perutnya pun mereda setelah meminum ramuan tersebut, namun setelah itu perutnya yang seharusnya tengah mengandung ternyata tidak membesar. Sehingga ia menyangka dirinya telah mengalami keguguran. Siapa mengira, ternyata janin tersebut masih berada di dalam perutnya dan telah membatu.

Fenomena lithopedion sendiri termasuk langka dan hanya terjadi sekitar 1,5 hingga 1,8 persen dari kehamilan yang terjadi atau sekitar 1 dari 11.000 kehamilan. Setidaknya telah tercatat lebih dari 300 kasus litopedhian selama 400 tahun sejarah medis. Kebanyakan kasus tersebut ditemukan pada wanita berusia di atas 40 tahun dengan usia janin mulai dari 4 hingga 60 tahun. Kasus lithopedian pertama yang pernah tercatat terjadi pada seorang wanita asal Perancis bernama Madame Colombe Chatri yang berusia 68 tahun. Hasil autopsy pada kematiannya tahun 1582 menemukan bahwa ia mengandung janin batu berusia 28 tahun. (raw)