Selain perkembangan fisiknya, perkembangan psikologi anak juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua.Berbeda dengan masalah fisik yang biasanya akan dapat langsung terlihat, anak yang mengalami masalah pada psikologisnya terkadang tidak langsung terlihat secara kasat mata, kecuali pada kasus-kasus tertentu. Karena itulah, masalah psikologis ini terkadang tidak atau terlambat disadari oleh orangtuanya. Padahal, ini adalah hal yang cukup penting, karena anak yang memiliki masalah pada perkembangan psikologisnya tentu harus ditangani dengan cara yang berbeda dengan menangani anak lain pada umumnya.

ADHD pada anak dan penanganannya

ADHD pada anak dan penanganannya

Ada banyak sekali jenis masalah psikologi yang bisa dialami oleh seorang anak, salah satunya yaitu Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau biasa disingkat dengan ADHD. Anak yang mengalami ADHD ini akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi pada satu hal (sulit fokus), mengendalikan perilakunya dan cenderung hiperaktif. Masalah ini tidak hanya dialami ketika anak masih berusia anak-anak saja, tetapi bisa terbawa hingga saat anak sudah remaja atau bahkan sudah dewasa. ADHD terbagi dalam beberapa tipe, yaitu ADHD primarily with inattention, ADHD primarily with impulsive and hyperactive behavior, dan ADHD mixed type.

  • ADHD primarily with inattention biasanya lebih sulit untuk didiagnosis pada usia dini, karena perilaku ini biasanya lebih menonjol ketika anak memasuki usia sekolah. Beberapa tanda yang dimiliki anak ADHD tipe ini yaitu ditemukan pada masalah-masalah dengan pekerjaan sekolah, di mana anak seringkali membuat kesalahan-kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari dan pelupa. Anak juga biasanya sangat mudah teralih perhatiannya atau kehilangan konsentrasi. Bahkan dalam percakapan langsung, anak seringkali tidak menyimak apa yang dibicarakan. Untuk mengatasinya, psikiater biasanya akan menggunakan cara-cara alternatif untuk membuat anak menjadi lebih mudah fokus.
  • ADHD primarily with impulsive and hyperactive behavior dapat dengan mudah diidentifikasi, karena biasanya anak tidak bisa duduk diam. Bahkan jika ia duduk, ia biasanya tidak bisa berhenti bergerak. Anak-anak ini juga seringkali tidak berhenti berbicara, yang dapat mengganggu orang-orang ketika ia berbicara bukan pada tempat dan waktunya. Perilakunya yang hiperaktif juga dapat mempersulit anak ketika di sekolah, tetapi mereka bukanlah anak yang nakal. Perilaku mereka hanya terkadang mengganggu guru, sehingga mereka dianggap anak yang nakal. Untuk mengatasi anak dengan kondisi ini, biasanya psikiater dan orangtua akan mengajak anak mengikuti berbagai kegiatan positif agar anak dapat menyalurkan perilaku hiperaktifnya dengan cara yang tepat.

ADHD bukanlah hal yang harus ditakuti, tetapi justru para penderita ADHD harus tetap didukung dan diberi bimbingan agar mereka dapat mengatasi kelainan ini dan dapat menyalurkan perilaku mereka ke hal-hal yang positif. Untuk itulah orang tua harus tahu cara penanganan ADHD yang tepat  bagi anak yang mengidapnya. (Dana)